Banyak ancaman yang pernah datang padaku. Karena suatu pertikaian aku pernah dipukuli sampai memar-memar, dan itu sering terjadi. Aku pernah sakit tipes dan gejalanya, empat kali opname, selama enam tahun jadi santri. Aku beberapa kali kecelakaan, saat belajar menyetir mobil aku pernah menabrak bangunan, saat naik motor aku pernah mengalami tabrakan, dan saat berjalan aku pernah menabrak kaca sampai berlubang dan harus dijahit luar-dalam dua puluh satu jahitan. Namun, aku masih bertahan dan sejengkal pun tak mendekat ke ajal. Justru ... kesendiranlah yang hampir membunuhku. Sendirian meladeni jutaan berisik pertanyaan di kepala, sendirian dengan batin dan otak yang rumit. Aku yakin bisa bertahan jika keringatku diperas habis, darahku tumpah, air mataku kering, tapi aku tidak yakin bisa bertahan jika rasa kesepian masih menempelkan belatinya di urat leherku. Sepi membuatku mati.
Tags:
memoar
